Selasa, 17 Maret 2015

Mahasiswa : Kemana Arah Gerakmu?

#re-post
=======================================================================
Ada rasa bahagia ketika melihat ternyata masih ada mahasiswa yang peka terhadap kondisi masyarakat saat ini. Ada rasa istimewa ternyata masih ada mahasiswa yang ke'Maha'annya masih melekat dalam diri mahasiswa masa kini.
Namun, sayangnya masih ada yang perlu dibenahi. Arah perjuangannya sayang. Arah perjuangannya masih bersifat parsial, pragmatis dan sesaat saja.
Saudaraku, di satu sisi kami bangga masih ada pemuda yang peka terhadap permasalahan bangsa. Tapi, di sisi yang lain, kami sedih karena masih saja kau nafikkan akar masalah dari semua permasalahan ini.
Masalah kita bukan hanya harga-harga yang menjulang tinggi, bukan hanya kebijakan-kebijakan yang tak manusiawi, juga bukan hanya pada SDA yang di swastanisasi. Melainkan ada masalah yang sangat jauh lebih besar dari semua ini, yakni IDEOLOGI.
Segala permasalahan yang muncul tak bisa dielakkan lagi dari permasalahan ideologi ini, karena segala hal yang terjadi adalah terletak pada kekeliruan penerapan ideologi yang tidak manusiawi. Yakni, Ideologi KAPITALISME.
Kapitalisme dengan ide sekulerismenya melahirkan segala kebijakan yang sungguh mengabaikan segala sisi manusia, materi menjadi standarnya, halal-haram tak lagi diperdulikan asalkan mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Tak peduli berjatuhan korban, karena HAM hanya untuk yang ber-uang saja.
Dari sini kita bisa lihat, bahwa solusi yang harusnya dicari bukan lagi solusi tambal sulam di sistem yang sama melainkan adalah sudah ke arah solusi yang hakiki, yakni ISLAM.
Islam sebagai ideologi yang mampu menyelesaikan segala permasalahan yang ada, mampu menjadikan masyarakat sejahtera, tidak hanya menyelesaikan masalah harga-harga, tapi juga termasuk masalah SDA yang harusnya di kelola negara untuk kesejahteraan rakyatnya secara cuma-cuma. Bukannya malah diserahkan pada swasta dan dinikmati si kaya raya saja.
Ini mestinya yang disadari mahasiswa, mereka sebagai kaum Intelektual Muda yang akan memimpin dunia setelah para pendahulunya tiada sudah seharusnya lebih peka, menggunakan akal sehat dan logika terhadap permasalahan ummat. Bukan melulu mencari cara gimana cumlaude dalam IPK.
Ayo, mahasiswa! Bergerak segera. Rapatkan barisannya, bersama-sama berjuang dengan segenap tenaga agar pertolongan Allah datang dengan segera.

Sehingga, kehidupan dibawah naungan Islam yang di rindukan akan terwujud pula. Karna ISLAM-lah satu-satunya IDEOLOGI yang memanusiakan manusia!

Wallohu A'lam Bish-Shawab!

0 komentar:

Posting Komentar