#re-post
=======================================================================
Ada rasa bahagia ketika melihat ternyata masih ada mahasiswa yang peka terhadap kondisi masyarakat saat ini. Ada rasa istimewa ternyata masih ada mahasiswa yang ke'Maha'annya masih melekat dalam diri mahasiswa masa kini.
=======================================================================
Ada rasa bahagia ketika melihat ternyata masih ada mahasiswa yang peka terhadap kondisi masyarakat saat ini. Ada rasa istimewa ternyata masih ada mahasiswa yang ke'Maha'annya masih melekat dalam diri mahasiswa masa kini.
Namun, sayangnya masih ada yang perlu dibenahi. Arah
perjuangannya sayang. Arah perjuangannya masih bersifat parsial, pragmatis dan
sesaat saja.
Saudaraku, di satu sisi kami bangga masih ada pemuda
yang peka terhadap permasalahan bangsa. Tapi, di sisi yang lain, kami sedih
karena masih saja kau nafikkan akar masalah dari semua permasalahan ini.
Masalah kita bukan hanya harga-harga yang menjulang
tinggi, bukan hanya kebijakan-kebijakan yang tak manusiawi, juga bukan hanya
pada SDA yang di swastanisasi. Melainkan ada masalah yang sangat jauh lebih
besar dari semua ini, yakni IDEOLOGI.
Segala permasalahan yang muncul tak bisa dielakkan
lagi dari permasalahan ideologi ini, karena segala hal yang terjadi adalah
terletak pada kekeliruan penerapan ideologi yang tidak manusiawi. Yakni,
Ideologi KAPITALISME.
Kapitalisme dengan ide sekulerismenya melahirkan
segala kebijakan yang sungguh mengabaikan segala sisi manusia, materi menjadi
standarnya, halal-haram tak lagi diperdulikan asalkan mendapat keuntungan
sebesar-besarnya. Tak peduli berjatuhan korban, karena HAM hanya untuk yang ber-uang
saja.
Dari sini kita bisa lihat, bahwa solusi yang harusnya
dicari bukan lagi solusi tambal sulam di sistem yang sama melainkan adalah sudah
ke arah solusi yang hakiki, yakni ISLAM.
Islam sebagai ideologi yang mampu menyelesaikan segala
permasalahan yang ada, mampu menjadikan masyarakat sejahtera, tidak hanya
menyelesaikan masalah harga-harga, tapi juga termasuk masalah SDA yang harusnya
di kelola negara untuk kesejahteraan rakyatnya secara cuma-cuma. Bukannya malah
diserahkan pada swasta dan dinikmati si kaya raya saja.
Ini mestinya yang disadari mahasiswa, mereka sebagai
kaum Intelektual Muda yang akan memimpin dunia setelah para pendahulunya tiada
sudah seharusnya lebih peka, menggunakan akal sehat dan logika terhadap
permasalahan ummat. Bukan melulu mencari cara gimana cumlaude dalam IPK.
Ayo, mahasiswa! Bergerak segera. Rapatkan barisannya,
bersama-sama berjuang dengan segenap tenaga agar pertolongan Allah datang
dengan segera.
Sehingga, kehidupan dibawah naungan Islam yang di rindukan
akan terwujud pula. Karna ISLAM-lah satu-satunya IDEOLOGI yang memanusiakan
manusia!
Wallohu A'lam Bish-Shawab!
Wallohu A'lam Bish-Shawab!

0 komentar:
Posting Komentar