Berada dalam
masa yang cukup lama untuk hari yang dinantikan. Terkadang mata ingin terpejam,
dan berharap kemudian dapati hari telah berganti menjadi hari yang dinanti itu.
Tapi mencapai
mimpi tetaplah harus melewati hari demi hari dan menikmati setiap sisi indahnya
masa ini.
Rindu yang
membuncah kini masih tetap harus tersimpan rapat dalam hati. Adapun yang dinanti,
semoga tetap pantas untuk dinanti.
Jeritan hati
bukan rasa yang menjadi ilusi, karena manusiawi kami pun bisa merasakan
lelahnya menanti.
Tapi, tak sampai disini. Karena kami percaya, pekatnya kabut pagi kan segera berganti seiring dengan datangnya mentari yang menyinari.
Begitupun kami yang berada dalam penantian ini, kan segera dapati hari yang kami nanti bersama yang dinanti.
Suatu hari, bulir embun di pagi hari kan terasa sangat lebih indah, gelayut manjanya diujung dedaunan menjadi pemandangan yang selalu dirindukan kala pagi mulai berganti menjadi siang hari.
Juga masa penantian ini, kan menjadi kenangan indah kala hari mulai berganti dan tak lagi menjalani hari di masa seperti ini.
Dinginnya udara kesendirian yang menyusupi relung hati kami, kan berubah menjadi hangatnya rasa dalam kebersamaan.
Erat genggaman tangannya menjadi energi tuk tetap disini, bersama dalam rumah kami, mencari sebuah ketentraman yang telah lama dicari.
Mengejar mimpi yang telah lama dinanti.
Rabbii... Teguhkanlah hati kami.
Tuk tetap disini, memperbaiki diri, memantaskan diri untuk yang dinanti.
Hingga suatu hari kami kan bersama mengarungi ganasnya badai di kehidupan ini,
Saling memberi arti dan saling memahami masing-masing hati,
Sehingga hal itu menjadi bukti bahwa kami sudah berada dalam satu hati yang tak lagi sendiri,
Ada dia yang
menemani.

0 komentar:
Posting Komentar