Rabu, 12 Agustus 2015

2016 : Membangun Asa Selepas Luka

Kembali ku berkaca pada hati-hati yang pernah mengalami hal serupa denganku. Bukan hanya dia tapi juga mereka. Ternyata bukan hatiku saja yang pernah mengalami kerapuhan seperti ini, bahkan bisa jadi justru yang mereka alami lebih dari pada aku. Padahal tak begitu banyak luka yang menyayat hati ini tapi dalamnya luka itu membuat lukapun tak kunjung mengering sampai detik ini.

Terkadang rasa lelah menyelimuti hati ini. "Kapan kau akan tersenyum manis kembali wahai diri? Kau tak bisa terus menerus begini!  Sudah banyak hal yang kau lewati akibat sayatan luka ini." Gumamku dalam hati kala berkaca pada cermin yang sudah mulai berdebu itu.

Bukan, bukan ku tak ingin, bukan juga aku memyesali diri atas apa yang sudah terjadi, aku hanya takut, aku takut terluka lagi. Bahkan aku tau aku bisa, dan ku tahu juga banyak dari mereka yang serupa seperti bisa bangkit lagi dikemudian hari, tapi hal itu bukan berarti tanpa kerja keras, bukan berarti tanpa pengorbanan, pasti banyak alasan yang bisa membuat mereka kemudian bangkit.

Sekali lagi, aku tahu, aku pun bisa. Tapi aku hanya butuh waktu, aku butuh waktu untuk bisa memulai lagi lembaran baru itu tanpa rasa takut. Jangan pernah memaksa aku tuk membuka diri saat ini juga, biarkan dulu aku menyesuaikan diriku untuk bisa melupakan segala kejadian itu dengan fokuskan diriku pada studiku. Dan ku berjanji pada kalian pintu itu pasti akan kembali ku buka, aku akan membuka pintu itu setelah semua hampir selesai. Di Januari nanti, ya nanti semua akan kumulai lagi, dengan basmallah penuh penyerahan diri pada Sang Illahi Rabbii, tanpa perlu lagi ku mengusik dan membuka luka lama yang pernah terjadi.

0 komentar:

Posting Komentar