Jumat, 24 Oktober 2014

Dekati Mereka yang Menjauh

Kesalahan manusia saat ini adalah menjauhi mereka yang tengah menjauh. Lantas bagaimana seseorang akan merasa dia berada dalam rangkulan rasa persaudaraan  (Ukhuwah Islamiyah) ketika ia mulai merasa sendiri dan memutuskan untuk memilih jalannya sendiri. Dan mereka yang menyatakan dirinya lebih faham juga menjauh darinya. Apakah ini yang Rasulullah SAW ajarkan? Apakah ini yang Rasulullah perintahkan pada kalian?

Rasa kecewa yang teramat sangat dirasakan memperhatikan sebagian saudara-saudara kami sibuk dengan kepentingan masing-masing, sebagian sibuk dengan militansinya tanpa memperhatikan mereka yang sedikit demi sedikit tengah terhempas ombak ujian yang sebenarnya tengah ia lawan, namun ia mencari kekuatan, penguatan dari saudara-saudaranya, tapi mereka ntah ada dimana. Saudara mereka ntah tengah sibuk dengan apa.
Kini hati hanya mampu berteriak dalam bisunya lisan menahan rasa kecewa, mata hanya mampu meneteskan air mata menyimpan rasa sesak di dada. Dan lisan hanya berusaha berdoa semoga pertolongan Allah segera datang. Semoga mereka lebih kuat, semoga kelak mereka kembali dengan kekuatan baru, semoga mereka yang acuh segera tersadarkan bahwa ada saudara di dekatnya yang membutuhkan rangkulan dari saudaranya yang lain, dan mereka sadar bahwa yang mereka lakukan adalah hal yang tak disenangi Rasul, terlebih dari mereka yang faham, mereka yang memperjuangkan kebenaran. Sehingga semua memahami, bahwa tak sepantasnya menjauhi mereka yang tengah menjauh, karena sejatinya merekalah saudaranya yang dulu sempat mengazzamkan diri untuk berjuang bersama, saudaranya yang bahkan pernah melangkah bersama untuk meraih kebahagiaan hakiki. Namun, saat ingin tengah diuji untuk memiliki kekuatan yang lebih dalam perjuangannya kelak. Dekati mereka, kuatkan mereka. Jangan sekali-kali menjauhinya!




Allah…. Kami percaya, kami bukan terpisah untuk selamanya, namun terpisah untuk mencari sesuatu yang seharusnya ada dalam tubuh perjuangan kami, yang kelak kami akan sama-sama berjuang menuju kebahagiaan hakiki itu. I Belive!

Senin, 06 Oktober 2014

Belajar dari Kaca Spion

Anggaplah ini sebuah kata bermakna yang bisa kau ambil hikmahnya.
Setiap orang pasti memiliki masa lalu, dan setiap orang belum tentu memiliki masa depan. Namun, setiap orang hanya bisa berusaha menciptakan sesuatu yang terbaik untuk masa depan, walau sebenarnya ia tak pernah tau apakah ia akan sampai pada masa itu atau tidak. Karena hanya Tuhan-lah yang lebih berkehendak akan hal itu.
Perjalanan hidup kita saat ini, ibaratkan kita sedang mengendarai kendaraan menuju  perjalanan ke suatu tempat.
Ketika dalam perjalanan, untuk kehati-hatian kita sewaktu-waktu menatap kaca spion mengamati jalan maupun kedaraan yang berada di belakang kita, ntah saat kita akan menyalip atau apapun, semata-mata hanya untuk berjaga-jaga. Begitupun dalam kehidupan, kita tak bisa memungkiri bahwa kita tak bisa lupa pada masa lalu kita, ntah itu baik atau buruk, semua tetap masa lalu. Menatap masa lalu bukanlah untuk meratapi dan berharap kembali, saya ingatkan masa lalu adalah masa lalu. Masa lalu hanya berguna untuk kita beritropeksi diri, masa lalu berguna untuk menjaga agar hal yang sekiranya tak baik tak terulang kembali saat itu maupun nanti.
 

Rabu, 22 Januari 2014

Dear.. My Lovely Friends

Dear...

            Untuk sahabatku tercinta dimanapun kalian semua berada. Kalian yang pernah menjadi bagian dari hidupku, kalian yang pernah menjadi bagian dari hari-hariku. Sejak masa TK, SD, SMP, SMA, de el el. Kalian yang telah menjadi hal terindah dalam hidupku. Rindu rasanya ingin kembali berkumpul, rindu rasanya ingin mengulang masa lalu yang begitu indah bersama kalian.
            Namun semua telah menjadi kenangan, indah memang indah, suka memang suka, namun hal itu tak bisa lagi ku ulangi semua, tak bisa kita lakukan lagi bersama. Ntah karena kita yang memiliki kesibukan masing-masing, atau prinsip kita saat ini yang berbeda. Ya, hal itu yang menyebabkan kita tak bisa mengulang semuanya secara nyata, melainkan hanya dalam memory ingatan semata.
            Meskipun semua hanya bisa terkenang dalam ingatan kita, meskipun kita tak pernah lagi bertatap muka, meski kita tak pernah lagi berkumpul bersama, yakinlah aku tak melupakan semua kenangan kita. Aku pun tak pernah melupakan kalian yang pernah menjadi bagian dari hal terindah dalam hidupku, yang telah menemani hari-hari dimana aku tengah beranjak menuju kedewasaanku. Aku tetap sayang kalian sejak dulu sampai detik ini.
                        Maaf bila selama ini aku banyak salah, maaf bila saat ini aku tak bisa seperti aku yang dulu kalian kenal, maaf bila aku tak bisa memenuhi janjiku pada kalian, maaf maaf maaf.
            Percayalah, sampai kapanpun, bagaimanapun kalian tetap sahabatku. Bagian yang pernah mewarnai setiap lembaran hari-hariku. Bagian orang-orang yang tak pernah lupa ku do’akan dalam setiap sujudku sebagai bentuk sayangku pada kalian.

            Terima kasih untuk semua hal indah yang pernah kalian goreskan selama kalian bersamaku, terima kasih telah pernah mengajarkan aku apa arti persahabatan sejati. Aku sayang kalian, sahabat. J

Rabu, 01 Januari 2014

How to be a Writer?

Sebuah keinginan untuk menjadi penulis membuat aku banyak merenung (ntah merenung apa), hal itu juga membuat aku gelisah saat aku pergi ke toko buku lalu menemukan sebuah buku tentang kepenulisan namun keuangan tidak memadai. Huaaah... :'( Rasanya Galau jadinya. Huhuhu :'( *lebay dikit :D

Mau sedikit bercerita nih tentang penemuan buku tersebut (hah? penemuan? udah kayak apa aja). Hm.. Pada suatu hari (mau ngedongeng kalii?) haha udah sekarang serius nih, (daritadi kalii) :D

Ok, aku pernah pergi ke sebuah toko buku tujuannya sih lihat-lihat saja buku-buku disana kali aja ada yang menarik, maklum maniak koleksi buku. Hehe alhasil banyaklah buku yang menarik perhatianku, mulai dari buku jenis novel, parenting, motivasi dan masih banyak lagi buku lainnya, termasuk buku yang aku ceritakan diatas tentang kepenulisan. Luar biasa galaunya. Akhirnya dengan berusaha bijak aku memilih buku yang memang benar-benar sedang aku butuhkan saat ini. Jreng.. jreng.. Aku membeli buku "365 Kreasi Seru" buat bekal kuliah dan mengajar. Dengan berat hati aku simpan kembali buku kepenulisan itu, dan terpaksa say good bye pada buku tersebut. Kalo kata lagunya girl band blink gini "slamat tinggal, good bye, say hello untuk kamu, melow" (sambil pasang muka memelas) Huuaah... terasa tragis dan melankolis. ckckck

--- itu sedikit cerita saat-saat aku harus merelakan tidak membeli buku untuk hoby baru  yang ingin aku geluti (menulis)---

And now, aku mau share tentang judul diatas nih "How to be a Writer?"
Banyak orang yang pengen banget bisa nulis, tapi banyak orang juga yang justru malah diam. Jadi harusnya ngapain?

Nih yang harus dilakukan adalah :

1. Memulai menulis
Setiap keinginan atau cita-cita haruslah ada usaha, dan usaha itu takkan bisa berjalan kalau tidak dimulai. So, mulailah menulis dari sekarang. :)

2. Membaca
Untuk memulai menulis tentu kita membutuhkan bahan, maka dari itu perbanyaklah membaca agar bahan untuk menulispun semakin banyak. Karna berasa banget kalo kita ga banyak baca, gak up to date sama kejadian-kejadian yang sedang terjadi, susah banget buat memulai menulis. Trus bagi yang ga suka baca gimana? Don't worry.. Jangan mengartikan membaca disini dengan arti yang sempit yaa.. membaca disini bukan hanya membaca buku aja, melainkan membaca segala hal. Apa aja tuh? Nih baca keadaan, itu masuk membaca. Baca buku, iya itu membaca jelas. Baca alam sekitar, itu juga membaca. Dan jenis membaca lainnya.

3. Ada kemauan dan Kerja keras
Ini nih yang gak boleh terlewat, kemauan dan kerja keras, karna kalo kemauan gak ada dan kemauan gak diiring dengan semangat kerja keras tentu menulis pun dijamin gak akan pernah dimulai. So, tumbuhkan kemauan dan semangat yang tinggi untuk memulai menulis. :)

Selamat Mencoba :)

(Lagu : Pipit) Ciptaan Allah

Air mengalir
Angin berhembus
Hujan rintik-rintik basahi tanah berbunga
Bunga-bunga bermekaran di taman
Oh, indahnya ciptaan Allah